Biopharmaca BiofarmakaCurcuminoid Contents, Antioxidant and Anti-Inflammatory Activities of Curcuma xanthorrhiza RoxB. and Curcuma domestica Val. Promising Lines
Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

BRC SosMed

 facebook   google plus    twitter    linkedin    youtube  
 
           youtube

Home

CURCUMINOID CONTENTS, ANTIOXIDANT AND ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITIES OF CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. AND CURCUMA DOMESTICA VAL. PROMISING LINES FROM SUKABUMI OF INDONESIA

Pusat Studi Biofarmaka LPPM-IPB

By: Agung Zaim (Secretary Division of Biopharmaca Product Development) & Waras Nurcholis (BRC Researcher).






Kadar Kurkuminoid, Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Curcuma Xanthorrhiza Roxb dan Curcuma Domestica Val Galur Harapan Asal Sukabumi Indonesia

Curcuma xanthorrhiza Roxb atau yang lebih dikenal temulawak dan Curcuma domestica Val atau yang lebih dikenal dengan kunyit merupakan tanaman obat dari family zingiberaceae yang banyak terdapat di Indonesia. Secara tradisional tanaman temulawak digunakan sebagai pengobatan sakit perut, hati, disentri, demam, wasir dan sebagainya. Temulawak telah diteliti dapat berfungsi sebagai anti mikroba, antimetastatik, anti kanker, anti candida, antioksidan dan antihipolipidemik. Tanaman kunyit diketahui dapat digunakan sebagai perasa, pewarna dan pengawet dalam makanan. Pengobatan tradisional india telah mengklaim bahwa kunyit dapat digunakan sebagai obat sakit empedu, anoreksia, batuk, diabetes, gangguan hati, reumatik, dan sinusitis. Penelitian farmakologi menyebutkan bahwa kunyit dapat berfungsi sebagai anti inflamasi, antioksidan, anti protozoa, nematisidal, anti bakteri, anti venom, anti HIV, dan anti tumor.

Warna kuning pada kedua rimpang merupakan cerminan dari senyawa bioaktif kurkuminoid. Senyawa ini telah diteliti dapat berfungsi sebagai penangkap radikal bebas, penghambat nitrit oksida, antiinflamasi, anti tumor, anti alergi, dan anti dementia. Penelitian ini dilakukan untuk memverifikasi variasi galur harapan dari Sukabumi Indonesia untuk kadar kurkuminoid, aktivitas antioksidan, dan anktivitas antiinflamasi.

Penentuan kadar kurkuminoid dilakukan dengan menggunakan peralatan kromatografi cairan kinerja tinggi, penentuan aktifitas antioksidan dengan menggunakan radikal bebas DPPH, dan penentuan aktifitas antiinflamasi dengan menggunakan kit cyclooxigenase 2 (COX2). Semua kegiatan penelitian dilakukan di Laboratorium Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB di Kampus IPB Taman Kencana Jalan Taman Kencana No 3 Bogor.

Kurkuminoid yang merupakan senyawa umum pada golongan spesies kurkuma menunjukkan aktifitas biologis sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Kadar kurkuminoid ekstrak tanaman temulawak dan kunyit galur harapan dari sukabumi menunjukkan perbedaan yang nyata. Hasil penentuan kadar kurkuminoid ekstrak tanaman temulawak sebesar 31.27 mg/g lebih rendah apabila dibandingkan dengan kadar kurkuminoid ekstrak kunyit sebesar 66.32 mg/g. Perbedaan profil kadar kurkuminoid disebabkan jenis kurkuminoid yang terdapat pada tanaman temulawak dan kunyit berbeda, dimana kurkuminoid tanaman temulawak hanya tedapat 2 jenis yaitu kurkumin dan desmetoksi kurkumin, sedangkan pada tanaman kunyit terdapat 1 jenis kurkuminid tambahan yaitu bisdesmetoksi kurkumin.

Aktivitas antioksidan dengan menggunakan radikal bebas DPPH pada ekstrak tanaman temulawak dan kunyit ditandai dengan memudarnya warna ungu DPPH dikarenakan aktivitas ekstrak tanaman temulawak dan kunyit. Semakin tinggi konsentrasi sampel akan semakin memudarkan warna ungu radikal bebas DPPH. Hasil analisis aktivitas antioksidan ekstrak tanaman temulawak dan kunyit galur harapan asal Sukabumi menunjukkan aktivitas penghambatan 50 persen (IC50)sebesar 81.99 µg/ml untuk ekstrak tanaman temulawak dan 73.31 µg/ml untuk ekstrak tanaman kunyit. Kedua hasil ini menunjukkan tanaman temulawak dan kunyit galur harapan asal sukabumi memiliki aktivitas tinggi (IC50<200 µg/ml). Lebih rendahnya IC50 ekstrak tanaman kunyit menandakan aktivitas yang lebih baik apabila dibandingkan dengan ekstrak tanaman temulawak. Hasil analisis aktivitas antioksidan ini sejalan dengan kadar kurkuminoid pada ekstrak tanaman temulawak dan kunyit. 

Aktivitas antiinflamasi ekstrak tanaman temulawak dan kunyit galur harapan asal sukabumi diteliti dengan menggunakan persentase penghambatan COX2. Hasil analisis menunjukkan ekstrak tanaman kunyit memiliki persen penghambatan lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak tanaman temulawak. Hal ini sejalan dengan kadar kurkumin pada kedua tanaman tersebut dan hasil penelitian yang lain yang menyebutkan kurkuminoid tanaman temulawak dan kunyit merupakan senyawa utama yang berperan sebagai antiinflamasi (Tohda, 2006)

Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak tanaman kunyit galur harapan asal sukabumi memiliki kadar kurkuminoid yang lebih tinggi dibandingkan dengan esktrak tanaman temulawak pada galur harapan yang sama. Selain daripada itu ekstrak tanaman kunyit juga memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas antiinflamasi yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tanaman temulawak.

<wn/jaim/ta>
Back to TropBRC News....

BRC Site Statistics

  • Unique Visits Today193
  • Unique Visits Yesterday18
  • Visits This Week1324
  • Visits Previous Week1053