Biopharmaca BiofarmakaInspection of Crude Quality Cinnamomum Cassia and Cinnamomum Burmanii at BRC
Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

BRC SosMed

 facebook   google plus    twitter    linkedin    youtube  
 
           youtube

Home

INSPECTION OF CRUDE QUALITY CINNAMOMUM CASSIA AND CINNAMOMUM BURMANII AT BRC

Pusat Studi Biofarmaka LPPM-IPB

By: Nunuk Kurniati Nengsih, S.Farm (Secretary Division of Division of Biopharmaca Product Development).



Pemeriksaan Kualitas Simplisia Kulit Kayu Manis Cina (Cinnamomum Cassia) dan Kayu Manis Padang (Cinnamomum Burmanii) di Pusat Studi Biofarmaka LPPM - IPB

Tanaman kayu manis merupakan tanaman rempah dan tergolong komoditi ekspor yang penting. Hasil utama tanaman kayu manis adalah kulitnya yang berasal dari batang dan dahan. Kulit kayu manis digunakan sebagai bahan berkhasiat obat, pewarna, penyedap masakan dan pemberi aroma pada jamu. Di dunia terdapat 54 jenis kayu manis (Cinnamomum sp.), 12 dari jenis kayu manis terdapat di Indonesia dua diantaranya memiliki nilai ekonomi yaitu kayu manis Cina atau Cinnamomum cassia dan kayu manis padang atau Cinnamomum burmanii.

Kualitas bahan baku obat tradisional yang digunakan harus sesuai dengan parameter yang ditentukan Departemen Kesehatan Republik Indonesia (DEPKES RI). Untuk menjamin kualitasnya Monograf ekstrak BPOM dan . Untuk menjamin kualitasnya, perlu dilakukan analisis yang meliputi parameter kadar air, kadar abu, uji fitokimia, total koloni mikroba, kadar flavonoid, kadar abu tidak larut asam, residu pestisida (fosfor organic dan klor organic), cemaran logam berat (Pb, Cd dan As), cemaran alfatoksin, dan penetapan kadar minyak atsiri. Pemeriksaan kualitas simplisia Kayu manis Cina dan Kayu manis Padang memiliki beberapa parameter yaitu parameter kadar air, kadar abu, uji mikroba, uji total fenol, dan uji fitokimia, yang meliputi uji alkaloid (Dragendorf, Mayer dan Wagner), uji fenolik (Flavonoid, Tanin dan saponin), uji hidrokuinon, dan uji triterpenoid/steroid. Bahan baku penelitian diperoleh dari kebun percobaan Unit Konservasi Bididaya Biofarmaka (UKBB).

Dari hasil analisis penentuan kadar air simplisia kulit kayu manis cina diperoleh kadar air yaitu 7.1918% dengan kadar abu sebesar 5.2452% sedangkan pada penentuan kadar air kulit kayu manis padang diperoleh kadar air 8.0829% dengan kadar abu sebesar 2.4359%. Simplisia kulit kayu manis cina dan kayu manis padang berdasarkan hasil uji fitokimia simplisia mengandung senyawa senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, hidrokuinon, dan triterpenoid. Kandungan flavonoid dan triterpenoid kayu manis cina lebih tinggi disbanding kayu manis padang tetapi kandungan tannin kayu manis padang lebih tinggi dibanding kayu manis cina. Pengujian total fenol pada simplisia kulit kayu manis cina sebesar 5.8678% b/b dan simplisia kulit kayu manis padang sebesar 7.1124% b/b. Pengujian total koloni simplisia kulit kayu manis cina diperoleh data yaitu pada pengujian TPC diperoleh 7.2 x 103, kandungan bakteri Escherichia colli diperoleh koloni sebanyak 2.35 x 102 serta kapang dan khamir sebanyak 3.65 x 103. Pengujian total koloni simplisia kulit kayu manis padang diperoleh data yaitu pada pengujian TPC dan kandungan bakteri Escherichia colli diperoleh koloni sebanyak kurang dari 10 koloni serta kapang dan khamir sebanyak 5.5 x 102. Hal ini menunjukkan dalam simplisia kayu manis padang mengandung mikroba namun jumlahnya yang kurang dari 10 koloni menunjukkan aman untuk digunakan sebagai bahan baku jamu.

Kata Kunci: Kayu manis, fitokimia, Total fenol, cemaran mikroba

References
Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2004. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia. Volume 1. Jakarta: BPOM RI. 
[DEPKES] Departemen Kesehatan. 2008. Farmakope Herbal Indonesia. Ed ke-1. Jakarta: DEPKES RI

<noek/ta>
Back to BRC Article..... 

BRC Site Statistics

  • Unique Visits Today261
  • Unique Visits Yesterday277
  • Visits This Week1379
  • Visits Previous Week1328