SIARAN PRESS TROPBRC

Pusat Studi Biofarmaka Tropika

Yth Bapak/Ibu,
Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan terkait informasi Tangkal COVID-19, Minum Jus Jeruk dengan Kulitnya, kami ingin memberikan penjelasan lebih lanjut.



Hasil Penelitian ini berdasarkan PENELITIAN BIOINFORMATIKA yang dilaksanakan oleh Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Klaster Bioinformatics Core Facilities IMERI-FKUI, Klaster Drug Development Research Center IMERI-FKUI, Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, Rumah Sakit UI (RSUI), Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB dan Departemen Ilmu Komputer IPB, dengan judul Analisis Big Data dengan Metode Machine Learning, Pemetaan Farmakofor dan Penambatan Molekuler untuk Penemuan Kandidat Senyawa Potensial Antivirus SARSCoV-2 Dari Bahan Alam Indonesia.

Bioinformatika adalah penerapan teknik komputasional untuk menganalisis informasi biologis, khususnya yang terkait dengan biologi molekuler, antara lain sekuens DNA, sekuens RNA dan asam amino.

Hasil penelitian ini menunjukkan potensi golongan senyawa flavonoid yang diduga mampu menghambat replikasi (pertambahan jumlah) virus dan/atau menghambat ikatan protein virus ke reseptor pada sel tubuh manusia. Jenis senyawa flavonoid yang ditemukan paling potensial antara lain myricetin, quercetin, luteolin, kaempferol, isorhamnetin, dan hesperidin.

Hesperidin paling banyak ditemukan di kulit jeruk, namun ia juga dapat ditemukan di bagian daging buah jeruk walau dalam jumlah lebih sedikit.

Untuk menghindari terkonsumsinya pestisida yang mungkin terdapat pada kulit jeruk maka disarankan untuk mengonsumsi jus buah jeruk tanpa kulitnya, karena cara ini pun sudah dapat membantu Anda untuk mendapatkan hesperidin. Namun, jika Anda yakin kulit jeruk Anda bebas pestisida atau bahan berbahaya lainnya, maka kulit jeruk tersebut dapat disertakan dalam pembuatan jus maupun infused water.

Senyawa flavonoid lainnya seperti myricetin, quercetin, luteolin, kaempferol, dan isorhamnetin yang memiliki manfaat yang sama dengan hesperidin juga banyak terdapat beberapa jenis buah dan sayur lokal lainnya seperti jambu biji dan daun kelor.

Namun demikian, penelitian ini masih memerlukan kajian lebih lanjut, yakni Uji Laboratorium, Uji Toksisitas, Uji Efikasi Dosis dan Uji Klinis.

Hasil penemuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan RI, WHO dan CDC, masyarakat tetap diprioritaskan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk/bersin, penggunaan masker bagi yang sakit flu/batuk, dan bila mengalami gejala Covid-19 maka dapat mengisolasi diri di rumah atau datang ke Rumah Sakit yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan RI.

Bogor, 28 Maret 2020
Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC)
IPB University




<
ta>
Back to TropBRC Home....