Biopharmaca BiofarmakaSeries Webinar TropBRC #4

SERIES WEBINAR TROPBRC #4 2020

Pusat Studi Biofarmaka Tropika

Selasa, 7 Juli 2020 dilaksanakan seri webinar TropBRC ke-4 dengan topik “Budidaya Tanaman Obat”. Webinar ini merupakan satu dari seri webinar yang diadakan secara rutin oleh Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Irmanida Batubara, SSi., MSi pada pukul 09.00 WIB.

Pembicara pertama Prof. Dr. Ir. Sandra Arifin Aziz, MS, peneliti TropBRC dan Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura Faperta IPB, yang menjelaskan mengenai peningkatan pemanenan tanaman obat dengan ekofisiologi. Beliau menjelaskan bahwa ada 405 etnis grup yg memiliki ramuan kebugaran dan komposisi bahan alami yang paling banyak ditemukan ialah; jahe, mengkudu, salam, dll. Ekofisiologi artinya memperhatikan kondisi ekosistem. Beberapa cara yang digunakan untuk meningkatkan pemanenan dengan ekofisiologi, antara lain; mengubah source dan sink untuk meningkatkan biomassa, meningkatkan stress sehingga meningkatkan kadar bioaktif. Contoh yang sudah pernah dilakukan adalah pohon kepel, kemuning, dan jintan hitam.

Selanjutnya Bu Poppy Firzani Arifin dari PT SOHO menjelaskan mengenai pengembangan budidaya tanaman obat temulawak untuk industri farmasi. Temulawak merupakan tanaman obat asli Indonesia diperkirakan dari pulau Jawa dengan famili Zingiberaceae. Budidaya temulawak secara organik dilakukan dengan beberapa tahap; mulai dari pemilihan tempat, bibit, pemulsaan, pemeliharaan dan panen. Penanganan pasca panen dari bahan baku segar, dilakukan penyortiran, pencucian, perajangan, pengeringan, dan pengeringan. Namun temulawak ini jarang diminati petani karena waktu panennya yang cukup lama. Salah satu cara mengatasi kendala dalam budidaya temulawak ini merupakan teknik tumpangsari yang menguntungkan juga karena tidak mempengaruhi produktivitas temulawak.

Dr. Waras Nurcholis, SSi., MSi., peneliti TropBRC dan Dosen Departemen Biokimia FMIPA IPB, menjelaskan mengenai pendekatan biokimia pertanian untuk pengembangan temu hitam unggul sebagai bahan herbal. Penelitian lainnya dari Pak Waras mengenai kombinasi dengan berbagai tanaman, temu hitam, temulawak dan sereh wangi terkait potensinya sebagai anti-kanker. Produk lain yang telah dikembangkan merupakan kapsul pelancar air susu ibu berbasis ekstrak daun torbangun dan daun katuk. Webinar diakhiri dengan Sesi Tanya Jawab dan Foto Bersama.

   
   

Recording acara ini dapat dilihat disini.


Tags
#IPBSDG3

<ta>
Back to TropBRC Home....