Biopharmaca BiofarmakaPelatihan Penulisan Press Release

KEGIATAN PELATIHAN PENULISAN PRESS RELEASE

Pusat Studi Biofarmaka Tropika

Rabu, 24 Februari 2021 lalu Tani Center IPB University mengadakan Pelatihan Penulisan Press Release gratis dan terbuka bagi semua kalangan. Berlangsung dari pukul 10.00 dengan media Zoom, acara ini dimulai dengan pembukaan oleh Ir. Fredian Tonny, MS sebagai Wakil Kepala Tani Center, beliau menyatakan bahwa “Press rilis ini penting untuk meningkatkan reputasi IPB, teman-teman stakeholder dan komunitas pertanian”.


Narasumber kali ini ialah Muhammad Akbar, seorang jurnalis Republika sekaligus penulis buku Public Relation Crisis. Siaran pers berdasarkan pengalaman dan pencarian Pak Akbar ada empat; merupakan informasi yang dibuat perusahaan atau organisasi komunitas atau perkumpulan, materi siaran pers ditujukan agar dapat terpublikasi dan diketahui publik, siaran pers harus bisa mengandung unsur berita 5W+1H; siaran pers itu membentuk opini.

Pada awal materi, Pak Akbar mengemukakan bahwa siaran pers ini merupakan bagian dari kerja public relation, hal tersebut merupakan salah satu fungsi siaran pers. Meningkatkan reputasi, yang sebelumnya juga disebut Pak Tonny merupakan fungsi lain siaran pers. Fungsi paling utama siaran pers, menurut Pak Akbar, harus bisa memberikan manfaat bagi publik. Kemudian dijelaskan juga bahwa siaran pers harus setidaknya empat unsur; aktual, faktual, penting, dan menarik.

Selanjutnya mengenai jenis informasi siaran pers terdapat tiga macam; basic press release (informasi umum yang mengandung news value bagi media), product release (informasi terkait tema produk atau jasa), financial release (bila menyangkut perusahaan besar atau memiliki nilai keuangan besar). Unsur penting yang perlu ada saat menulis press release, antara lain; judul, tempat dan waktu, kalimat pembuka (lead), deskripsi, narahubung, keterangan.

Hal penting lainnya yang diungkapkan Pak Akbar, bahwa menulis siaran pers sama seperti menulis berita, dan berita merupakan dasar yang harus dimiliki setiap wartawan/jurnalis, yang berarti siaran pers harus singkat, padat dan jelas.

Kemudian struktur penulisan berita terbentuk seperti piramida terbalik yang mana struktur terpenting ada di paling atas dan terdiri dari informasi yang menarik, disusul tubuh tulisan (5W+1H), lalu informasi pendukung dan informasi tambahan. Hal yang harus dilakukan dalam penulisan berita, antara lain; menentukan tema, membuat judul, membuat lead (awalan), dan menyusun batang tubuh.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuat judul selain menarik, ada kaidahnya; yaitu terdiri dari 9-10 kata. Dalam kalimat pembuka cantumkan nama kegiatannya, waktunya dan ditujukan untuk siapa kegiatannya. Penulisan setiap paragraf jangan dibuat panjang. Keterangan di paragraf akhir bisa dicantumkan nama lain penyelenggara sebagai bentuk branding. Hindari penggunaan “For immediate release” saat mengirimkan draft siaran pers ke jurnalis/wartawan untuk publikasi.

Pembukaan oleh Ir. Fredian Tonny, MS  Muhammad Akbar (Narasumber)



<ta>
Back to TropBRC Home....