KEGIATAN WEBINAR SERIES #1 PERHIPBA 2021

Pusat Studi Biofarmaka Tropika

Pada hari Rabu (17/3), Perhimpunan Peneliti Bahan Alami (Perhipba) bekerjasama dengan Pusat Unggulan Iptek (PUI-PT) Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC) LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan PUI-PT Nutrasetikal - Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan Webinar Series #1 Perhipba dengan Tema “Kekayaan Sumber Hayati Obat Indonesia”. Webinar ini berlangsung selama dua jam dimulai dari pukul 13.00-15.00, dimulai dengan pembukaan oleh Dr. rer. nat Chaidir Amin, Ap., dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Perhipba sekaligus Kepala TropBRC, Prof. Dr. Irmanida Batubara, S.Si., M.Si.

Dalam webinar ini, narasumber pertama, Prof. Dr. I. Sahidin, S.Pd., M.Si. dari Universitas Halu Oleo membawakan materi tentang “Prospek Tanaman Etlingera (Zingiberaceae) Sulawesi sebagai Sumber Bahan Kimia Obat Herbal”. Dari penjabaran materi ini disimpulkan bahwa tanaman Etlingera (Zingiberaceae) Sulawesi masih sedikit yang terungkap aspek kimianya dan optimalisasi perolehan isolat skala industri bisa menjadi peluang baru.

Selanjutnya disampaikan materi mengenai “Potensi dan Tantangan Sumberdaya Hayati Laut sebagai Bahan Baku Biofarmaka” oleh Dr. Ir. Neviaty Putri Zamani, MSc. dari IPB University. Dr. Nevi menyatakan bahwa opportunities di Indonesia dengan keragaman yang tinggi antara lain; potensi senyawa yang banyak, tidak perlu mengkhawatirkan pasar, bioteknologi bisa diatasi dengan bekerja sama dengan industri.

Materi dari PT. BUCHI Indonesia dibawakan oleh Erni Susanti mengenai “BUCHI Solution for Drug Discovery”. BUCHI Indonesia merupakan kantor perwakilan dari BUCHI Labortechnik AG di Indonesia yang menyediakan berbagai produk dan jasa dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang drug discovery dengan berbagai alat yang membantu dalam tahapanan drug discovery (pemekatan, separasi, pengeringan, analisis melting point, dll).

Materi terakhir oleh Dr. Apt. Elfahmi dari Institut Teknologi Bandung tentang “Urgensi Standarisasi dalam Pengembangan Obat Herbal Indonesia”. Dahulu obat herbal berstandar hanya dilihat dari bahan bakunya saja. Standarisasi sekarang mencakup produk jadinya; standar yang dinilai anta lain; kebenaran botani bahan baku (morfologi, mikroskopik, makroskopik), organoleptik (warna, bau, tekstur) , biologi (toksisitas, khasiat, kontaminasi), kandungan kimia (logam berat, dll). Webinar diakhiri dengan Sesi Tanya Jawab dan Foto Bersama.

   
   

Recording acara ini dapat dilihat disini.


Tags
#IPBSDG3

<ta>
Back to TropBRC Home....