Biopharmaca BiofarmakaWebinar Series #4 TropBRC 2021

KEGIATAN WEBINAR SERIES #4 TROPBRC 2021

Pusat Studi Biofarmaka Tropika

Pada hari Selasa (8/6), Pusat Unggulan Iptek (PUI-PT) Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC) LPPM IPB mengadakan Webinar Series #4 TropBRC dengan Tema “Potensi Sumber Daya Hayati Indonesia Sebagai Sumber Biofarmaka”. Webinar ini berlangsung selama dua jam dimulai dari pukul 09.00-11.00 WIB, ddimulai dengan pembukaan oleh Prof. Dr. Irmanida Batubara, S.Si., M.Si. Biofarmaka, yang dimaksudkan disini, tutur Prof. Irmanida, ialah tumbuhan, hewan atau mikrob yang dapat dimanfaatkan untuk manusia, hewan, atau tumbuhan. Webinar kemudian berlanjut dengan pengenalan narasumber oleh pembawa acara webinar Dr. Trivadila, S.Si, M.Si..

Materi pertama oleh Prof. Dr/ Ir. Yulin Lestari, dosen Departemen Biologi FMIPA IPB dengan topik “Eksplorasi Mikrob sebagai Sumber Biofarmaka”. Prof. Yulin menyampaikan mikroba baik dan tidak baik, bisa dari tumbuhan dan berbagai macam sumber daya hayati. Bicara tentang tumbuhan di Indonesia keragamannya sangat tinggi, dari 30-50rb species baru 7500 diantaranya tanaman obat yg diketahui khasiatnya. Potensi penemuan spesies baru Aktinobakteria, dari daerah2 di Indonesia sangat besar. Jamu Bersalin Aceh misalnya, yang sudah dipercaya secara berturun-turun, dan terdiri dari kunyit, temulawak, daun pacar kuku, merica, diklaim memiliki khasiat, setelah dilakukan uji aktivitas ditemukan penghambat antibakteri.

Selain itu Prof. Yulin juga menyampaikan bahwa bahan baku obat indonesia 95% dari impor, padahal Indonesia sendiri kaya dengan sumber bahan baku obat dan memiliki potensi. Tetapi masih banyak hal, hal yg perlu dikaji bersama, kajian dasar misalnya dari sisi biologi, mikrobiologi, bioteknologi untuk mengetahui lebih lanjut lagi peran mikrob sebagai bahan baku biofaramaka. Back to nature menjadi peluang pengembangan produk biologi berbasis mikrob indigenous untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Materi kedua oleh Prof. Dr. Ir. Ervizal AM Zuhud, M.S. (Prof. Amzu), dosen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fahutan IPB, dan peneliti TropBRC. Materi yang disampaikan dengan topik “Potensi Sumberdaya Hutan Sebagai Biofarmaka”. Beliau mengutip Paracelsus dalam bukunya Thesen der Reformation, “Semua padang rumput, hutan dan semak belukar, gunung besar dan gunung kecil merupakan rumah obat besar dunia”.

Terdapat banyak tanaman yang sudah digunakan bertahun2 sebagai obat di wilayah Indonesia, seperti untuk malaria, demam, gannguan pencernaan ataupun penyakit kulit. Strategi simple solution for a complex problem untuk mengembangkan potensi biofarmaka hutan Indonesia seharusnya dapat diterapkan di Indonesia, pungkasnya. Prof. Amzu juga menyampaikan pesan bahwa kelestarian hutan adalah tanggung jawab kita semua, tidak hanya pada rimbawan saja.

Materi ketiga oleh Prof. Dr. Ir. Nahrowi Ramli, dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pakan Fapet IPB. Topik yang disampaikan mengenai “Potensi Fitokimia Sebagai Pengganti Antibiotics Growth Promoters dalam Industri Peternakan”. Walaupun menguntungkan bagi penjual, Antibiotic Growth Promotor berdampak negatif bagi kesehatan, dan dilarang oleh pemerintah. Salah satu alternatif dari growth promotor, didapat dari Phytogenic Feed Additive (PFA). Beberapa bahan yang dapat dimanfaatkan, antara lain, daun, buah, dan inti sawit. Indonesia, memiliki potensi besar dalam memproduksi fitokimia tersebut sebagai feed additive pengganti AGP dalam industri peternakan. Webinar ditutup dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta.

Recording acara ini dapat dilihat disini.


Tags
#IPBSDG3

<ta>
Back to TropBRC Home....