The Fourth International Symposium on Temulawak and Potential Plants for Jamu

THE FOURTH INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON TEMULAWAK AND POTENTIAL PLANTS FOR JAMU

Pusat Studi Biofarmaka

Pusat Studi Biofarmaka

Institut Pertanian Bogor sebagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dalam bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika memiliki visi untuk menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional, berbasis riset, dan penggerak prima pengarusutamaan pertanian. Untuk mencapai hal tersebut maka IPB telah menyusun program kerja terutama untuk menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional, world class university. Program kerja yang dapat meningkatkan kecermerlangan dalam hal akademik, riset, dampak riset (sitasi), maupun outlook internasional dan kerjasama industri.

Ukuran kecemerlangan dalam riset dan dampak riset (sitasi) secara kuantitatif dihitung berdasarkan pada jumlah publikasi dan visibilitas publikasi tersebut di dalam database bibliografi. Pemenuhan ukuran ini, kemudian, akan memerlukan upaya-upaya yang menargetkan peningkatan jumlah publikasi dalam jurnal internasional bereputasi maupun tipe publikasi lainnya. Peningkatan ini dapat difasilitasi melalui upaya penyelenggaraan simposium internasional yang akan menghasilkan prosiding maupun edisi khusus sebuah jurnal terindeks scopus yang berbasis pada tema-tema riset terkini terkait tanaman obat alami Indonesia, khusunya temulawak sebagai ikon jamu Indonesia.

Sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan seminar internasional terkait tanaman temulawak dan tanaman lainnya yang berpotensi sebagai obat alam Indonesia, maka Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB yang merupakan Pusat Unggulan Iptek bidang Obat Herbal, telah menyelenggarakan “The Fourth International Symposium on Temulawak and Potential Plants for Jamu” pada tanggal 28 Agustus 2018 bertempat di Hotel Santika, Bogor. Tema yang menjadi fokus dalam simposium ini adalah “from Temulawak and Potential Plants for Jamu to their Modern Drugs and Cosmetics Advancements”.

Harapannya dengan penyelenggaraan simposium bertaraf internasional, IPB dapat mendukung perkembangan riset dalam memajukan penelitian tanaman obat alami Indonesia khususnya temulawak sebagai Ikon Jamu Indonesia, dengan membina suasana yang sehat bagi pertumbuhan dan pengembangan segenap cabang ilmu dan erat kaitannya dengan tanaman obat alami Indonesia, untuk dimanfaatkan bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kegiatan The Fourth International Symposium on Temulawak and Potential Plants for Jamu (IST4) menghadirkan 2 keynote speaker yaitu dari Kementerian Koordinator RI untuk Perekonomian diwakili oleh Ir. Musdhalifah Machmud, MT (Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia) dan dari Kementerian Koordinator RI untuk Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) diwakili oleh dr. Sigit Priohutomo, MPH (Deputi bidang koordinasi peningkatan kesehatan kemenko pembangunan manusia dan kebudayaan). Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 130 Peserta, dengan 109 Peserta dalam negeri dan 21 peserta luar negeri seperti jepang, Thailand, dan Malaysia. Peserta kegiatan ini meliputi mahasiswa, peneliti, praktisi, industri maupun masyarakat umum.

Tujuan utama dalam penyelanggaraan kegiatan ini adalah mensosialisasikan kemajuan pengembangan industri berbahan baku tumbuhan obat khususnya temulawak dan meningkatkan pemahaman serta penggunaan jamu kepada masyarakat Indonesia juga dunia. Secara khusus kegiatan ini bertujuan sebagai media pertemuan dan pertukaran informasi antara peneliti dan mitra bisnis, menjadi sarana sosialisasi dan identifikasi tingkat pemahaman masyarakat umum mengenai jamu serta mengembangkan jejaring riset dan kerjasama lainnya.

Selain itu, kegitan IST4 juga mendatangkan 12 invited speaker dari beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Thailand diantaranya, yaitu Prof. Suwijiyo Pramono (Universitas Gadjah Mada, Indonesia); Dr. Raphael Aswin Susilowidodo (PT Soho Global Health, Indonesia); Prof. C Hanny Wijaya dan Prof. Dr. Dyah Iswantini (Institut Pertanian Bogor, Indonesia); Prof. Tohru Mitsunaga, Prof. Mamoro Koketsu, Prof. Hiroshi Takemori dan Dr. Kosei Yamauchi (Universitas Gifu, Jepang), Prof. I Nyoman P Aryantha (Institut Teknologi Bandung, Indonesia); Prof. Shigehiko Kanaya (NAIST, Jepang); Dr. Warinthorn Chavasiri (Universitas Chulalongkorn University, Thailand); dan Prof. Dr. Yaya Rukayadi (Universiti Putra Malaysia, Malaysia).

Prof. Suwijo Pramono menyampaikan materi tentang “Recent Development of Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)”. Pendekatan review dilakukan melalui kajian empiris/tradisional penggunaan temulawak dan hasil-hasil penelitian. Beberapa potensial industri untuk produk-produk berbasis temulawak diantaranya untuk khasiat hepatoprotektor, desinfektan untuk sayuran, antidiabetes, antidislipidemia, apetite stimulan dan antioksidan. Selain itu, penggunaan temulawak sebagai antikanker juga merupakan salah satu khasiat yang potensial. Pengembangan ke depan yang sangat potensial diantaranya adalah kombinasi antara kurkumin dan xanthorrhizol sebagai dua senyawa marker yang ada pada tanaman temulawak.

Dr. Raphael Aswin Susilowidodo menyampaikan materi tentang “Optimizing of Temulawak as Indonesia’s Natural Herbal: Challenges and Opportunities for Indonesian Pharma Industries”. Temulawak merupakan tanaman obat asli Indonesia. Salah satu senyawa yang potensial adalah xanthorrhizol dan kurkumin. Pasar kurkumin dan xanthorrhizol temulawak untuk industri farmasi sangat potensial. Tentunya pengembangan industrialisasi temulawak memiliki beberapa tantangan diantaranya dalam aspek efisiensi, kemanan dan stabilitas, harga produk, manufaktur, keberterimaan konsumen, inovasi konten, regulasi dan waktu pengembangan. SOHO saat ini telah mengembangkan lokasi budidaya temulawak organik sebagai upaya untuk menjamin mutu bahan baku temulawak. Selain itu, pengembangan produk temulawak SOHO telah dikembangkan dengan baik untuk memenuhi sumber informasi ilmiah yang lebih komprehensif dari tanaman temulawak Indonesia.

Prof. C menyampaikan materi dengan judul “Evolving the “Jamu” to Meet Modern Needs in Commercial Product: Development of Java Tea (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) based Functional Drink “. Pada prinsipnya hal yang disampaikan adalah trend minuman herbal yang semakin berkembang saat ini. Indonesia sangat potensial untuk mendukung bahan baku minuman fungsional untuk kesehatan. Jamu merupakan salah satu bentuk minuman kesehatan potensial yang menjadi warisan budaya Indonesia. Perkembangan saat ini, telah banyak jamu masuk ke berbagai publik diantaranya hotel, café, dan beberapa lainnya yang menunjukkan tingginya kebutuhan Jamu dan perlu peningkatan untuk dapat dimanfaatkan secara luas. Namun di Indonesia, saat ini masih terdapat beberapa tantangan diantaranya: klaim yang berlebihan, terbatasnya pendekatan ilmiah, kualitas yang masih fluktuatif, dan rendahnya pendapatan pengrajin jamu. Dengan demikian, perlu usaha bersama untuk menghasilkan Jamu yang berkualitas khususnya melalui pendekatan ilmiah. Beberapa penelitian telah dilakukan IPB dalam mendapatkan minuman fungsional, salah satunya yang dikembangkan saat ini dalam bentuk produk nanopartikel

Manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan simposium internasional ini yaitu, terselenggaranya simposium internasional dalam bidang tanaman obat alami Indonesia khususnya tanaman temulawak, terbitnya makalah yang dipresentasikandan terpilih oleh tim Editorial Board, dalam jurnal internasional yang terindeks scopus dan jurnal nasional terakreditasi, serta mampu meningkatnya jumlah publikasi dosen dan peneliti IPB pada jurnal internasional yang terindeks scopus. Selain itu, diharapkan adanya keterlibatan pemangku kepentingan jamu seperti pemerintah, pelaku industri, akademisi, peneliti, mahasiswa, masyarakat baik ditingkat nasional dan internasional yang berkecimpung dalam pengembangan dan pemanfaatan jamu.

Makalah-makalah yang terpilih dan dipresentasikan dalam simposium intenasional ini akan diterbitkan dalam jurnal internasional terindeks scopus dan jurnal nasional terakreditasi. Target jurnal internasional, nasional terakreditasi serta belum terakreditasi yaitu: Hayati Journal of Bioscience; Jurnal Biosaintifika; Jurnal Kimia Valensi, dan Jurnal Jamu Indonesia.

Panita IST4 menyampaikan terimakasih juga kepada para sponsor, yakni PUIPT, Kemenko Perekonomian, Genecraft Labs, PT. Biofarindo dan PT. Buchi.

IST4     IST4

IST4    IST4

IST4     IST4

<ta>

Back to TropBRC News....